Test HIV AIDS

Test HIV AIDS merupakan salah satu cara yang dilakukan dalam mendeteksi virus HIV. Seperti yang kita ketahui bahwa virus HIV merupakan salah satu virus yang berbahaya karena dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh kita. Test HIV AIDS dapat dilakukan dengan menggunakan rapid test untuk HIV. Rapid test HIV ini sering digunakan di berbagai pelayanan kesehatan dalam mendeteksi virus HIV. Terutama pada penyedia pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan pada persalinan ataupun pemeriksaan atau tindakan yang dapat berhubungan langsung dengan darah. Karena salah satu cara penularan virus HIV ini ditularkan melalui darah penderita virus HIV.


Test HIV AIDS
Rapid test hiv merk UJI HIV


Test HIV AIDS dengan Menggunakan Rapid Test

Test HIV AIDS dengan menggunakan rapid test kini banyak dilakukan oleh para pakar kesehatan. Test HIV AIDS dengan menggunakan rapid test ini dapat memberikan hasil yang efektif dan efisien. Bila dilihat dari waktu pengujian, test HIV dengan menggunakan rapid test ini memerlukan waktu hanya sekitar 10 sampai dengan 20 menit. Berbeda lagi bila kita melakukan pemeriksaan HIV ini dengan menggunakan mikroskopik mungkin memerlukan waktu yang lebih lama dari rapid test.

Sampel yang digunakan dalam pemeriksaan HIV dengan menggunakan rapid test ini dapat berupa darah, serum maupun plasma. Cara melakukan test HIV AIDS dengan menggunakan rapid test ini ialah dengan cara menereskan sampel tersebut dalam tempat yang tersedia. Namun terdapat sedikit perbedaan cara menggunakan rapid test HIV untuk setiap merknya.

Untuk rapid test dari merk Uji HIV cara menggunakannya ialah sebelum pengujian dilakukan, alat rapid test, larutan buffer, sampel serum, plasma atau darah serta sampel kontrolnya harus dibawa pada suhu ruangan atau sekitar 15 sampai dengan 30 derajat selsius. Setelah itu keluarkan alat uji HIV tersebut dari kemasannya. Ingat alat uji HIV ini harus segera digunakan maksimal satu jam dari kemasannya dibuka. Setelah itu tempatkan alat uji HIV tersebut pada tempat yang bersih dan datar. Kemudian masukkan 2 hingga 4 tetes atau sekitar 20 sampai dengan 40 ul serum atau plasma dnegan menggunakan pipet. Teteskan sampel tersebut tepat berada pada lubang “S”. Setelah itu masukkan 3 tetes atau setara 30 ul sampel darah kedalam lubang sampel dan tambahkan 2 tetes buffer. Tunggu selama kurang lebih 15 menit dan baca hasil. Dilarang untuk membaca hasil setelah 30 menit karena akan menghasilkan presentasi yang salah.

Dari pengujian yang dilakukan, kemungkinan terdapat menghasilkan beberpaa hasil seperti hasil uji positif, hasil uji negatif, dan hasil uji tidak valid. Dikatakan bahwa hasil uji positif bila terdapat dua garis berwarna merah-ungu muncul pada alat uji tersebut. Satu garis berada pada daerah kontrol atau C dan satu garis lagi berada pada daerah garis uji atau T. Sedangkan hasil pengujian dikatakan negatif apabila terdapat satu garis berwarna merah-ungu muncul di daerah kontrol atau C dan tidak terdapat garis pada daerah uji atau T. Dan hasil pengujian dikatakan tidak valid apabila garis pada kontrol tidak muncul. Hal ini dapat terjadi oleh karena volume dari sampel yang tidak cukup atau prosedur yang dilakukan salah. Hal yang dilakukan bila hal ini terjadi ialah dnegan mengkaji ulang prosedur yang telah dilakukan serta mengulangi pengujian dengan menggunakan rapid test yang baru.






Oleh : Bidan Rina
Sumber :

  • tokoalkes.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :