Screening HIV

Screening HIV dilakukan untuk mengetahui apakah kita terinfeksi HIV ataukah tidak. Screening HIV yang paling umum dilakukan yaitu tes darah. Tes darah ini dilakukan dengan cara mengambil darah kita dan kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Tes HIV ini dilakukan dengan tujuan untuk menemukan antibodi terhadap HIV di dalam darah. Namun, dalam melakukan tes HIV ini dapat dipercaya apabila dilakukan setidaknya sebulan setelah terinfeksi HIV, hal tersebut diakibatkan karena antibodi terhadap HIV tidak dapat terbentuk langsung setelah infeksi awal. Membutuhkan waktu sekitar dua hingga enam bulan bagi antibodi terhadap HIV sebelum akhirnya muncul dalam darah. Maka dari itu sangat sulit bagi kita untuk mendiagnosis sedini mungkin akan adanya HIV dalam tubuh. Masa antara infeksi HIV dan terbentuknya antibodi yang cukup untuk menunjukkan hasil tes positif HIV disebut sebagi “masa jendela”. Pada saat masa jendela, seseorang yang terinfeksi HIV sudah dapat menularkan virus HIV meski dalam tes HIV tidak ditemukan adanya antibodi terhadap HIV dalam darah.


Screening HIV
Rapid test hiv merk UJI HIV


Untuk memastikan seseorang positif terkena HIV sangatlah perlu untuk dilakukan lebih dari satu kali tes HIV untuk lebih memastikan. Hal tersebut dikarenakan pada saat masa jendela memerlukan waktu yang cukup lama untuk terbentuknya antibodi HIV. Maka dari itu, tes HIV yang dilakukan pertama belum tentu akurat dan dapat dipercaya hasilnya, lakukanlah tes HIV beberapa kali apabila Anda merasa memiliki risiko tinggi terkena penyakit HIV. Jika Anda telah melakukan tes HIV dan didapatkan hasil positif HIV, lakukanlah beberapa tes untuk memantau perkembangan infeksi yang diakibatkan oleh virus HIV. Setelah itu, barulah bisa diketahui kapan waktu yang teoat untuk memulai pengobatan.

Tempat melakukan Screening HIV 

Untuk melakukan screening HIV dapat dilakukan di beberapa rumah sakit bahkan beberapa puskesmas pun juga menyediakan layanan untuk tes HIV. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa yayasan dan organisasi yang berfokus dalam permasalahan HIV yaitu sebagai berikut:
  • ODHA Indonesia 
  • Yayasan Orbit 
  • Himpunan Abiasa 
  • Yayasan Spiritia 
  • Komunitas AIDS Indonesia 
Selain yayasan dan organisasi diatas, terdapat pula lembaga pemerintah yang dibentuk khusus untuk menangani HIV yaitu Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). Dengan adanya lembaga KPAN tersebut para penderita HIV dapat melakukan konsultasi tentang segala hal yang berhubungan dengan HIV, bahkan bukan hanya penderita HIV saja yang dapat melakukan konsultasi melainkan seseorang yang bukan penderita HIV pun dapat melakukan konsultasi sebagai upaya pencegahan HIV.

Dengan perkembangan teknologi, sekarang ini untuk melakukan tes HIV tidak hanya dapat dilakukan di tempat yang menyediakan fasilitas tes HIV saja, tes HIV juga dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan alat tes HIV. Alat tersebut tersedia di klinik kesehatan, apotik, atau melalui daring internet. Namun untuk lebih memahami virus ini, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter.

Gejala HIV

Gejala yang biasanya terdapat pada seseorang yang baru saja terkena penyakit HIV akan mirip dengan gejal seperti terserang penyakit flu. Hal tersebut terjadi setelah terinfeksi selama kurang lebih dari satu bulan. Gejala seperti tenggorokan sakit, muncul ruam dan demam biasanya menjadi gejala awal terinfeksi HIV. Akan tetapi, terdapt juga beberapa orang yang tidak mengalami gejala terinfeksi HIV selama bertahun-tahun.

Apabila telah diketahui bahwa Anda terinfeksi virus HIV segeralah lakukan pengobatan. Jangan menunda penanganan, jika terlambat virus dapat dengan cepat menyebar ke dalam sistem kekebalan tubuh. Selain itu, Anda juga dapat menghindari penyebaran virus kepada orang-orang terdekat atau pun kepada orang lain.



Oleh : Bidan Rina
Sumber:
  • alodokter.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :