RDT Adalah Alat Uji Cepat

RDT adalah singkatan dari Rapid Diagnostic Test. Di dalam bahasa Indonesia RDT adalah alat uji cepat yang dilakukan sebagai pendukung untuk menegakkan diagnosa. RDT adalat alat yang dapat mendeteksi sesuatu zat ataupun parasit yang ada di dalam sampel. Dalam melakukan pemeriksan dengan menggunakan RDT ini memerlukan sampel berupa urin atau darah bahkan serum darah. Hal ini bergantung dari jenis RDT yang digunakan. Misalnya saja RDT untuk narkoba, maka biasanya sampel yang diperlukan untuk pemeriksaan narkoba dengan RDT adalah urine.

Sebuah tes diagnostik cepat (RDT) adalah tes diagnostik medis yang cepat dan mudah untuk melakukan. RDT cocok untuk skrining medis awal atau darurat dan untuk digunakan dalam fasilitas medis dengan sumber daya yang terbatas. Mereka juga memungkinkan point-of-perawatan pengujian dalam perawatan utama untuk hal-hal yang sebelumnya hanya uji laboratorium bisa mengukur. Mereka memberikan hasil yang sama-hari dalam waktu dua jam, biasanya di sekitar 20 menit.


RDT Adalah Alat Uji Cepat
Rapid test narkoba amfetamin merk UJI AMFETAMIN

RDT adalah Alat Uji Cepat

RDT adalah alat uji cepat yang dapat mendeteksi penyebab penyakit atau mendeteksi suatu zat. Cara menggunakan RDT sedapat mungkin dapat dilakukan oleh petugas kesehatan. Petugas kesehatan sebagai pemrakarsa dalam bidang kesehatan harus memahami cara menggunakan RDT dan dapat membaca hasil yang di tunjukkan oleh RDT.

RDT adalah alat uji cepat yang terdiri dari beberapa jenis alat tes dalam mendiagnosa penyakit atau mendeteksi zat. Misalanya RDT yang digunakan untuk mendeteksi zat narkoba sepeti zat morfin, benzodiazepin, mariyuana, metamfetamin, amfetamin dan kokain. Untuk RDT narkoba jenis morfin dapat mendeteksi morfin sampai dengan kadar 300 ng/ml. Alat uji cepat atau RDT morfin mrmiliki kesetaraan sebesar 92,5%. Tentunya hal ini hampir sama demeriksaan yang dilakukan di laboratorium. Morfin merupakan obat-obatan yang berasal dari golongan opiat dan dapat di deteksi melalui urine.

RDT lainnya misalnya uji metamfetamin. Metamfetamin ini biasanya dikeluarkan melalui urine dalam bentuk amfetamin yang merupakan suatu obat stimulan seperti sabu-sabu. RDT metamfetamin ini mampu mendeteksi amfetamin dengan kadar 1000 ng/mL. RDT ini memiliki kesetaraan sebesar 100%.

RDT lainnya misalnya uji kokain. Metamfetamin ini biasanya dikeluarkan melalui urine dalam bentuk benzoylecgonine. RDT kokain ini mampu mendeteksi benzoylecgonine dengan kadar 300 ng/mL. RDT ini memiliki kesetaraan sebesar 100%.

RDT lainnya misalnya uji benzodiazepin. Benzodiazepin ini sama dengan obat diazepam. RDT kokain ini mampu mendeteksi benzodiazepin dengan kadar 300 ng/mL. RDT ini memiliki kesetaraan sebesar 100%.

RDT lainnya misalnya uji mariyuana. Mariyuanaini biasanya dikeluarkan melalui urine dalam bentuk THC-COOH atau tetrahidrokanabinol. RDT mariyuana ini mampu mendeteksi THC-COOH dengan kadar 50 ng/mL. RDT ini memiliki kesetaraan sebesar 100%.

RDT lainnya misalnya uji amfetamin. Metamfetamin ini biasanya dikeluarkan melalui urine dalam bentuk ampetamin. RDT kokain ini mampu mendeteksi amfetamindengan kadar lebih dari 1000 ng/mL. RDT ini memiliki kesetaraan sebesar 100%.

Selain untuk mendeteksi zat yang terkandung dalam sampel, RDT juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit. Seperti RDT HIV, RDT malaria, RDT hepatitis dan lain sebagainya. RDT adalah alat uji cepat yang sebaiknya tersedia di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas. Karena di tempat inilah kemungkinan pasien akan banyak datang dengan keluhan yang bermacam-macam dan mengarahkan pada suatu penyakit. Maka untuk memastikan atau menegakkan diagnosa dari gejala yang dirasakan oleh pasien mungkin diperlukan pemeriksaan dengan menggunakan rapid test ini.



Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • tokoalkes.com 
  • pakarbiomedika.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :