Pemeriksaan Narkoba

Pemeriksaan narkoba dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya pemeriksaan narkoba melalui air urin. Air urin ini merupakan media yang tepat untuk dijadikan sampel pemeriksaan narkoba. Karena narkoba yang dikonsumsi di dalam tubuh akan dikeluarkan sisanya melalui urin. Pemeriksaan narkoba ini sangatlah berguna dalam mendeteksi jenis narkoba yang digunakan oelh pecandu narkoba. Seiring dengan maraknya penggunaan narkoba dikalangan masyarakat bahkan mahasiswa, tak jarang berbagai lembaga bahkan institusi pendidikan melakukan pemeriksaan narkoba pada peserta didiknya. Tak jarang juga hal ini dijadikan sebagai suatu kegiatan rutin untuk dilakukan.


Pemeriksaan Narkoba
Alat tes narkoba urine merk UJI NAPZA COMBO 6

Misalnya saja di jadikan sebagai kegiatan ataupun proses untuk diterima di perguruan tinggi, diterima sebagai karyawan, dan lain sebagainya. pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi ada dan tidak nya narkoba di dalam urine, tanpa mengetahui jumlah kadar dari narkoba tersebut. Hal ini merupakan salah satu bentuk dari pemeriksaan narkoba dengan menggunakan alat uji cepat atau rapid test.

Sedangkan bila ingin mengetahui jumlah kadar yang terdapat di dalam sampel maka dapat dilakukan pemeriksaan terhadap narkoba melalui laboratorium. Melalui pemeriksaan laboratorium ini selain dapat dihasilkan positif atau negatif dapat diketahui pula kadar dari narkoba didalam sampel. Pemeriksaan laboratorium biasanya menggunakan sampel darah atau serum dalam melakukan pemeriksaan terhadap narkoba. Dalam melakukan suatu pemeriksaan pada seseorang terutama pemeriksaan narkoba sering melibatkan berbagai spesimen biologis seperi darah, urine cairan oral atau air ludah, keringat maupun rambut. Namun untuk pemeriksaan dnegan menggunakan rapid test biasanya menggunakan spesimen urine sebagai media pemeriksaan.

Pemeriksaan  Narkoba pada Urin

Pemeriksaan narkoba yang dilakukan pada urin memiliki tujuan untuk mendeteksi obat atau metabolitnya yang dapat menunjukkan pemakaian obat yang diresepkan atau substansi yang bersifat ilegal dalam kurun waktu yang belum lama dari sebelumnya. Selain itu pemeriksaan ini pun memiliki tujuan untuk melakukan skrining terhadap pemakaian maupun terhadap monitoring dari penatalaksanaan suatu terapi.

Dalam melakukan pemeriksaan ini diperlukan spesimen sebagai media untuk di uji. Spesimen yang bersifat biologis dapat digunakan untuk hal ini, namun spesimen jenis urin lah yang dapat diperiksa 1 samapi dengan 3 hari sesudah pemakaian. Pengambilan spesimen yang tidak bersifat invasif dan bisa diambil dalam jumlah yang cukup banyak menjadikan urin sebagai spesimen yang tepat untuk digunakan sebagai media pemeriksaan. Namun sangatlah penting untuk memastikan jikalau spesimen yang diambil merupakan spesimen yang baik serta tidak dapat ditukar maupun dimanipulasi. Apabila terjadi kesalahan dalam menentukan hasil maka dapat memberikan pengaruh yang besar pada orang yang diuji. Interpretasi dari hasil harus dapat dilakukan sengan seteliti mungkin. Karena dapat terjadi suatu hasil yang menunjukkan postif palsu maupun negatif palsu yang dapat terjadi akibat dari mengkonsumsi obat-obatan lain yang dapat membuat terjadinya reaksi silang.

Urin dapat dipilih sebagai spesimen dalam melakukan pemeriksaan terhadap narkoba karena utin ini mudah tersedia dalam jumlah yang banyak dan memiliki ekskresi kadar obat dalam jumlah yang banyak pula sehingga lebih tepat digunakan untuk mendeteksi kadar obat dibandingkan dengan spesimen lainnya. Salah satu alat tes narkoba yang digunakan untuk memeriksa narkoba diantaranya ialah rapid test atau uji cepat. Uji cepat ini dapat dikategorikan ke dalam pemeriksaan screening. Pemeriksaan skrining ini merupakan pemeriksaan awal pada obat yang termasuk golongan yang besar atau metabolitnya yang menghasilkan hasil presumptif positif ataupun negatif.


Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • pustaka.unpad.ac.id




Terima kasih untuk Like/comment FB :