Pemeriksaan HIV Rapid Test

Pemeriksaan HIV rapid test merupakan pemeriksaan dengan menggunakan alat uji ceoat yang dapt bekerja berdasarkan prinsip dari immunoassay kromatografik sehingga dapat mendeteksi terhadap antibodi HIV atau Human Immunodeficiency Virus yang biasanya ada di dalam serum, plasma atau darah dan menghasilkan hasil kualitatif. Yang dimaksud dengan hasil kualitatif ini hanya menyatakan ada tidaknya virus HIV di dalam serum, plasma atau darah tanpa mengetahui jumlah virus tersebut di dalamnya. Pemeriksaan HIV rapid test merupakan pemeriksaan yang banyak digunakan dalam mendeteksi virus HIV dalam tubuh. Selain itu pemeriksaan HIV rapid test sangat mudah untuk dilakukan sehingga banyak pihak-pihak yang terkait lebih menyukai penggunaan rapid test untuk pemeriksaan HIV.

Pemeriksaan HIV Rapid Test
Rapid test hiv merk UJI HIV


Pemeriksaan HIV Rapid Test untuk Deteksi Virus HIV

HIV itu sendiri merupakan agen atau penyebab terjadinya penyakit AIDS atau Acquired Immube Deficiency Syndrome. Virus HIV memiliki lapisan selubung lipid yang melapisinya. Lapisan tersebut berasal dai membarn sel inang yang ditumpanginya.

Pada beberapa virus glikoproteinnya terdapat pada selubungnya. Setiap virus mengandung dua salinan RNA genom sense-positif. HIV-1 diisolasi dari pasien yang menderita penyakit AIDS serta AIDS relates complex dan pada orang sehat yang memiliki potensi beresiko tinggi terhadap penyakit AIDS. HIV-2 diisolasi dari pasien yang menderita penyakit AIDS di Afrika Barat dan dari individu seropositif asymptomatic. HIV-1 dan HIV-2 dapat menurunkan respon dari imunitas orang yang terkena infeksi HIV tersebut. Deteksi antibodi HIV dalam serum, plasma atau darah merupakan cara yang paling umum dan efisien dalam menentukan bahwa seseorang telah terinfeksi HIV atau tidak, dan untuk memeriksakan darah dan produk darah dari HIV.

Disamping terdapat perbedaan secara biologis, aktivitas dari serologi dan genom dari HIV-1 dan HIV-2 urutannya menunjukkan reaktifitas dari antigenik silang yang kuat. Sebagian besar dari sera yang positif HIV-2 dapat diidentifikasi dengan menggunakan tes HIV yang berbasis pada serologi.
Pemeriksaan HIV rapid test merupakan alat uji cepat untuk mendeteksi adanya antibodi yang bereaksi terhadap HIV-1 dan atau HIV-2 di dalam sampel serum, plasma dan darah dalam pemeriksaan yang bersifat kualitatif. Pemeriksaan kualitatif hanya menunjukkan ada  tidaknya virus HIV dalam sampel pemeriksaan seperti plasma, serum atau darah. Alat uji ini bekerja dnegan menggunakan kombinasi dari berbagai rekombinan HIV dan protein HIV multi rekombinan yang secera selektif mampu mendeteksi antibodi terhadap HIV-1 dan HIV-2 di dalam serum ,plasma ataupun darah.

Pengumpulan dan Persiapan Sampel Pemeriksaan HIV Rapid Test

Speerti yang kita ketahui bahwa uji HIV atau pemeriksaan HIV rapid test dapat dilakukan pada sampel serum, plasma dan darah. Cara melakukan pengumpulan dan persiapan sampel pemeriksaan HIV rapid test dilakukan dnegan cara segera pisahkan serum atau plasma dari darh untuk mencegah terjadinya hemolisis. Hanya sampel yang tidak mengalami hemolisis yang dapat digunakan. Pengujian harus dilakukan segera setelah sampel dikumpulkan. Jangan menyimpan sampel pada suhu ruangan untuk jangka panjang. Sampel dapat disimpan pada suhu 2 sampai 8 derajat selsius hingga 3 hari. Untuk penyimpanan dalam jangka waktu yang lama maka simpanlah sampel dibawah suhu -20 derajat selsius. Setelah itu barulah sampel yang akan diuji dibawa ke suhu ruangan. Sampel yang beku harus dicairkan terlebih dahulu dan dicampur dengan baik sebelum pengujian dilakukan. Dilarang keras untuk mencairkan dan membekukan sampel secara berulang. Apabila sampel tersebut diperoleh dari hasil pengiriman maka pengiriman harus sesuai dengan SOP yang berlaku.



Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • pakarbiomedika.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :