Jenis Tes Narkoba

Jenis tes narkoba pada umumnya dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti melalui tes urine atupun dengan pemeriksaan kandungan narkoba di dalam darah. Selin itu jenis tes narkoba ini akhir-akhir ini marak digunakan terutama oleh pihak yang berwajib untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba. Seperti yang kita ketahui narkoba merupkan jenis obat-obatan yang terlarang digunakan oleh umum. Namun narkoba ini masih dapat digunakan atas indikasi medis. Narkoba apabila digunakan secara intens maka akan menimbulkan sifat ketergantungan. Inilah alasannya kenapa narkoba tidak boleh digunakan secara umum.


Jenis Tes Narkoba
Tes narkoba UJI BENZODIAZEPIN


Jenis Tes Narkoba untuk Mendeteksi Ganja

Ganja merupakan salah satu jenis dari golongan narkoba. Ganja sering disalah gunakan ddan membuat penggunanya mengalami kecanduan. Maka dari  itu, kini banyak Pengguna narkoba jenis ganja yang diperiksa dengan alat tes narkoba untuk ganja. Lamanya waktu pemeriksaan untuk mendeteksi ganja pada pecandu sangat bergantung pada jenis dan sensitivitas tes yang digunakan; frekuensi, dosis, dan terakhir kali penggunaan; genetik subjek individu, keadaan metabolisme seseorang, pencernaan dan sistem ekskresi; dan faktor lain yang tidak diketahui.

Jenis tes narkoba untuk mendeteksi ganja yang paling sering digunakan adalah tes urine. Jenis tes narkob ini dapat mendeteksi ganja dalam beberapa hari atau minggu setelah digunakan. Jenis tes narkoba atau tes urine tidak mendeteksi komponen psikoaktif dalam ganja, seperti THC (delta-9-tetrahydrocannabinol). Oleh karena itu jenis tes narkoba ini hanya dapat mendeteksi zat non-psikoaktif ganja metabolit THC-COOH, yang bisa berlama-lama di dalam tubuh selama berhari-hari dan minggu-minggu tanpa merusak efeknya. Dan oleh karena waktu eliminasi THC-COOH ini biasanya panjang, tes urine lebih sensitif terhadap ganja daripada obat lain yang umum digunakan. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Quest Diagnostics, 50% jenis tes narkoba ini dapat mendeteksi ganja.

Selain tes urine, untuk mengetes ganja juga dapat dilakukan dengan tes darah. Tes darah ini mampu mengukur keberadaan aktif THC dalam sistem. Dikarenakan tes darah lebih invasif dan sulit untuk dikelola, maka tes darah lebih jarang digunakan. Tes darah biasanya digunakan dalam penyelidikan kecelakaan, cedera, di mana tes darah dapat memberikan indikasi yang bermanfaat tentang apakah subjek benar-benar di bawah pengaruh ganja.

Selain tes darah dan urine untuk mendeteksi ganja, tes rambut juga dapat digunakan untuk mendeteksi ganja. Tes rambut dapat dikatakan sebagai tes yang paling tepat untuk digunakan. Karena tes rambut ini tidak mengukur penggunaan saat ini, tetapi residu non-psikoaktif yang tetap ada pada rambut selama berbulan-bulan setelah itu. Residu ini diserap secara internal dan tidak muncul di rambut sampai 7-10 hari setelah penggunaan pertama. Setelah itu, mereka tidak dapat dicuci oleh sampo (meskipun sampo dapat membantu menghilangkan partikel asap eksternal yang terjebak di rambut). Tes rambut lebih mungkin untuk digunakan dalam mendeteksi dari penggunaan ganja sesekali. Satu studi menemukan bahwa 85% dari pengguna harian dinyatakan positif ganja, dibandingkan 52% dari perokok sesekali (1-5 kali per minggu). Pendeteksian akan kurang terdeteksi jika ganja tertelan oleh perokok. Maka dari itu tes rambut diragukan jika digunakan untuk mendeteksi ganja yang hanya digunakan sekali.

Terdapat jenis tes narkoba baru yang dapat mendeteksi ganja yaitu pengujian air liur. Pengujian air liur kurang terbukti keefektifannya. Sensitivitas tes air liur belum terbukti efektif dalam kasus ganja. Secara teori, air liur dapat mendeteksi ganja namun hal itu terbatas pada waktu pengkonsumsian ganja itu sendiri. Pengujian air liur seharusnya dapat mendeteksi sekresi dari dalam jaringan oral yang tidak dapat dicuci dengan obat kumur. Oleh karena pengujian air liur kurang intrusif dari darah atau urin, banyak industri telah bersemangat untuk mengembangkan tes air liur.




Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • canorml.org




Terima kasih untuk Like/comment FB :