Alat Tes Malaria

Alat tes malaria merupakan alat uji diagnostik yang digunakan untuk menegakkan diagnos apenyakit malaria. Alat tes malaria ini banyak digunakan terutama di daerah yang tergolong ke dalam endemik malaria. Daerah yang tergolong endemik malaria ialah daerah yang memiliki kasus malaria yang banyak. Di Indonesia sendiri daerah yang termasuk ke dalam daerah dengan endemik malari aialah daerah Papua.Oleh karena itu alat tes malaria harus selalu ada pada daerah ini. Alat ini sangat membantu dalam mendiagnosis penyakit malaria secara dini agar pasien mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyakit malaria merupakan penyakit yang dapat disebatkan oleh nyamuk. Nyamuk yang dapat menyebarkan penyakit malaria ialah nyamuk yang terinfeksi oleh plasmodium penyakit malaria. Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria pada manusia terdiri dari 4 jenis plasmodium diantaranya ialah plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium malariae, plasmodium ovale. Dan terdapat 1 lagi plasmodium knowlesi yang biasanya menginfeksi kera dan kadang juga menginfeksi manusia.


Alat Tes Malaria
Rapid test malaria merk UJI MALARIA


Untuk mengetahui jenis plasmodium yang menginfeksi penderita yang dicurigai malaria, kita dapat melakukan pemeriksaan dnegan menggunakan alat tes malaria. Alat ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Hasil pemeriksaan yang dihasilkan dari alat ini sama dengan hasil pemeriksaan dengan menggunakan mikroskopik.

Alat Tes Malaria untuk Mendeteksi Plasmodium Penyebab Malaria

Alat tes malaria umumnya digunakan untuk mendeteksi plasmodium penyebab penyakit malaria. Plasmodium penyakit malaria ini dapat menimbulkan gejala yang berkaitan dengan penyakit malaria. Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria pada manusia terdiri dari 4 jenis plasmodium diantaranya ialah plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium malariae, plasmodium ovale. Dan terdapat 1 lagi plasmodium knowlesi yang biasanya menginfeksi kera dan kadang juga menginfeksi manusia.

Namun jenis plasmodium yang banyak terdapat di Indonesia ialah plasmodium vivax dan plasmodium falciparum. Plasmodium falciparum merupakan plasmodium yang paling berbahaya karena dapat menimbulkan gejala malaria yang berat. Bahkan tak jarang dari penderita malaria yang disebbakan oleh plasmodium falciparum meninggal dunia.

Alat tes malaria digunakan untuk mendeteksi plasmodium falciparum dan plasmodium lainnya secara bersamaan di dalam darah. Maka dari itu, dalam menggunakan alat tes malaria ini perlu di dukung sengan suatu sampel pemeriksaan yaitu darah penderita yang dicurigai mengidap malaria. Sensitivitas pemeriksaan plasmodium penyebab malaria dengan menggunakan alat tes malaria ini memiliki sensitivitas yang sama dengan menggunakan mikroskopik. Namun pemeriksaan plasmodium penyebab malaria dengan menggunakan alat ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan pemeriksaan mikroskopik. Selain itu alat ini juga memiliki spesifisitas sebesar 100% yang artinya alat ini memeiliki spesifisitas yang sempurna.

Alat tes malaria bekerja dengan cara menedeteksi adanya reaksi yang terjadi antara histidine rich protein-2 dan pan lactate dehidrogenase yang terdapat di dalam sampel darah. Sehingga bila hal ini terjadi maka akan menimbulkan reaksi positif terhadap adanya plasmodium jika di dalam darah tersebut terdapat plasmodium. Dan begitu juga sebaliknya dapat menghasilkan reaksi yang negatif bila di dalam darah tidak terdapat plasmodium penyebab malaria.

Hasil postif malaria dari hasil pemeriksaan dengan menggunakan alat tes malaria ditunjukkan dnegan adanya 2 garis pada daerah C dan T. Sedangkan untuk hasil yang negatif hanya ditunjukkan satu garis di daerah C. Dan hasil tes dinyatakan invalid apabila tidak terdapat garis baik di daerah C maupun T.



Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • tokoalkes.com 
  • pakarbiomedika.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :